Now Reading
Sany Perkasa Perkenalkan 6 Exavator Baru
0

Sany Perkasa Perkenalkan 6 Exavator Baru

 Sany Perkasa Perkenalkan Exavator Baru

 

Mengantisipasi pertumbuhan permintaan alat berat di Indonesia, SANY Group mendirikan pabrik yang akan dilengkapi dengan perangkat teknologi canggih.

 

PT Sany Perkasa di bawah naungan bendera Jimac Group belum lama ini merilis beberapa model terbaru SANY Excavator untuk pasar Indonesia, yakni SY55C, SY75C, SY135C, SY205C, SY215C, SY365C dan SY465C dengan kapasitas mulai dari 5,5 ton hingga 46,5 ton. Model-model produk SANY Excavator yang perkenalkan kali ini membidik semua segmen pasar mulai dari sektor infrastruktur, pertambangan, perkebunan hingga perhutanan.

Benny Kurniajaya, Chairman PT Jakarta International Machinery Centre (Jimac) mengungkapkan, salah satu keunggulan dari semua jenis produk SANY Excavator adalah pemberian garansi selama 1,5 tahun untuk semua tipe mulai dari jasa garansi servis, suku cadang tanpa batas waktu dan jam pemakaian yang tidak terbatas pula (unlimited hours).

Sementara untuk kapasitas 20 ton ke atas diberi tambahan garansi selama 1,5 tahun lagi atau 10.000 jam untuk 10 komponen suku cadang. “Apa yang kita lakukan semata-mata memberikan kepuasan dan pelayanan purna jual yang baik kepada para customer,” kata Benny.

Selaku distributor tunggal produk-produk SANY di Tanah Air, kerja sama antara Jimac Group dengan SANY Group sudah berjalan selama tiga tahun. Benny mengatakan, respon pasar terhadap produk-produk alat berat SANY sangat positif. “SANY Group memiliki perwakilan penjualan dengan 90 dealer di seluruh dunia. Dalam kurun waktu 3 tahun Jimac Group memasarkan produk SANY, populasi alat berat SANY di Indonesia telah mencapai sekitar 600 unit,” ungkap Benny dengan bangga.

Peluncuran beragam model SANY Excavator tersebut mencerminkan kegairahan pertumbuhan pasar produk-produk SANY di Indonesia. Benny menandaskan, Jimac Group merupakan dealer tercepat dalam pemasaran alat berat SANY dan berada pada urutan keempat dunia.

Tingginya animo pemakai alat berat SANY di Indonesia tak lepas dari kecenderungan beralihnya pembeli alat berat bukan baru (used equipment) ke alat berat baru, karena harga alat berat bukan baru sangat mahal dan bahkan lebih mahal dari alat berat baru.

“Sementara alat berat baru merk SANY bukan hanya kualitas yang teruji, tetapi juga harganya sangat kompetitif dan memberikan garansi sampai dengan 2 tahun baik unit maupun suku cadang. Itu sebabnya kami yakin pada tahun ini Jimac Group bisa menduduki posisi dealer peringkat kedua di dunia,” tukas Benny berharap.

Bangun pabrik   

Indonesia merupakan pasar utama peralatan berat di kawasan Asia Tenggara. Meski pasar pertambangan belakangan ini mengalami kelesuan, kebutuhan alat di sektor-sektor lainnya tetap tumbuh. Buktinya, pabrikan-pabrikan alat dari berbagai negara seperti Amerika, Eropa, Jepang, Korea dan China ramai-ramai menggarap pasar Indonesia. Namun, pertumbuhan pasar itu harus didukung oleh kondisi politik yang kondusif. Sebab itu, kalangan dunia usaha berharap pemerintahan baru pasca Pilpres harus mampu menciptakan iklim usaha yang kondusif dan menjamin kepastian hukum demi keamanan berinvestasi di Indonesia.

Benny memaparkan, industri alat berat tumbuh signifikan sejalan pesatnya pembangunan ekonomi di Indonesia, khususnya di sektor  infrastruktur, konstruksi, pertambangan dan perkebunan. “Selama semester pertama tahun 2014 terjadi stagnasi karena hiruk pikuk urusan politik. Namun, ke depan, siapa pun yang menjadi presiden, Indonesia harus mampu menjadi leader bisnis alat berat dunia,” ucap Benny berharap.

Demi mendukung pemasaran produk-produk SANY di Indonesia, SANY Group memutuskan untuk membangun pabrik dengan nilai investasi sekitar US$ 200 juta, yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan. Diperkirakan pembangunan pabrik ini selesai pada awal 2015.

“Pendirian pabrik itu didorong oleh makin tingginya kebutuhan alat berat di Indonesia dan negara-negara ASEAN,” tukas Benny. Ia menambahkan, Pemerintah Indonesia saat ini sedang gencar menggalakkan pembangunan infrastruktur dan hal itu memicu pertumbuhan industri alat berat.

Pabrik yang dibangun SANY Group itu akan dilengkapi dengan teknologi canggih. Benny mengatakan, aplikasi teknologi canggih itu akan memberikan prospek yang positif bagi perkembangan industri alat berat Indonesia ke depan sehingga menjadi semakin kompetitif. Dan yang lebih penting dari itu, lanjut dia, Indonesia akan menjadi negara produsen alat berat.

“Menjadi negara produsen alat berat bukan saja mampu meningkatkan kepercayaan dunia internasional, tapi juga menarik investasi asing ke dalam negeri,” tutup Benny. EQ

Bagaimana Menurut Anda? komentar anda :