Cover
Now Reading
Quick Truck, Jagoan Truk Mini dari Jogyakarta
0

Quick Truck, Jagoan Truk Mini dari Jogyakarta

maret 7Selama bertahun-tahun dikenal sebagai produsen traktor tangan terkemuka merk Quick di Tanah Air, dalam setahun terakhir produsen alat-alat pertanian yang berbasis di Jogyakarta ini merilis produk anyar, yaitu Quick Diesel Utility Vehicle atau yang lebih dikenal dengan Quick Truck.  Namun, jangan bayangkan produk ini seperti kendaraan-kendaraan komersial yang hilir mudik di jalan raya atau heavy duty truck yang menerjang medan off-road di lokasi tambang ataupun perkebunan. Quick Truck adalah alat angkut yang dirancang khusus untuk beroperasi di perkebunan kelapa sawit.

maret 8

Hendro Wijayanto, President Director CV Karya Hidup Sentosa (tengah) didamping dua orang stafnya.

Kegunaan utama kendaraan kecil ini bukan untuk mengangkut penumpang di area perkebunan, melainkan untuk mengangkut tandan-tandan buah sawit yang baru dipetik untuk dikumpulkan dipinggir jalan sebelum dimasukkan ke dalam truk yang lebih besar.

“Kami melihat kebutuhan di perkebunan kelapa sawit pada saat panen yang memerlukan kendaraan-kendaraan kecil untuk mengangkut buah-buah segar yang baru dipanen ke pinggir jalan untuk selanjutnya diangkut dengan truk-truk besar,” kata Hendro Wijayanto, President Director CV Karya Hidup Sentosa, kepada Equipment Indonesia saat ditemui di sela-sela salah satu acara pameran di Nusa Dua, Bali beberapa waktu lalu.

Selama ini, ia menjelaskan, tandan-tandan sawit itu diangkut oleh para pekerja ke pinggir jalan atau diangkut dengan menggunakan gerobak dorong. Ada juga yang menggunakan sepeda motor yang menggandeng gerobak. “Cara-cara pengumpulan seperti ini kurang efisien karena mengandalkan banyak tenaga kerja manusia dan prosesnya menghabiskan banyak waktu. Diangkut menggunakan Quick Truck maksimal mempekerjakan dua orang pekerja. Truk kecil ini dengan tenaga yang kuat mampu bermanuver di pohon-pohon sawit untuk mengumpulkan buah-buah yang sudah dipanen,” ia menjelaskan.

maret 9Ide pembuatan truk mini ini, Hendro melanjutkan, berdasarkan masukan dari beberapa customer traktor tangan Quick. Mereka kerap menggandeng traktor mereka dengan gerobak untuk mengangkut sawit. “Mereka datang dan mengatakan mengapa tidak membuat truk kecil sekalian untuk mengumpulkan buah-buah sawit yang barusan dipetik.”

Quick Truck dikembang jelang akhir tahun 2016. Hendro menuturkan, produk pertama dibuat hanya dalam tempo 3,5 bulan. Setelah uji coba berhasil, sejak Agustus 2017 kendaraan ini mulai dipasarkan dan pelanggan-pelanggannya terus bertambah.

Bukan tanpa alasan mengapa Hendro menggarap proyek Quick Truck ini. Perusahaannya sudah punya basis di bidang manufaktur dan dia merupakan generasi kedua. “Kami mengembangkan produk-produk ini dengan memanfaatkan keahlian-keahlian yang sudah kami miliki selama bertahun-tahun hingga kini,” tukasnya sembari menambahkan jumlah karyawannya yang sudah mencapai 400 orang, sudah termasuk belasan jagoan-jagoan komputer untuk mendesain berbagai produk.

Apa nilai lebih yang ditawarkan produk ini? Menurut Hendro, kontribusi terpenting dari pengoperasian alat ini adalah efisiensi tenaga kerja. Biasanya satu blok (300 x 1000 m) perkebunan sawit, untuk tukang panen yang menggunakan anglong, terdapat 8-10 orang, bahkan bisa sampai 12 pekerja. Namun, kalau menggunakan Quick Truck, dengan 5 orang saja sudah cukup. Jadi, operasi truk ini bisa mengurangi separuh dari jumlah pekerja yang biasa dibutuhkan jika ditangani secara manual.

Selain efisien, desain Quick Truck simple tetapi kuat. Mengapa? “Truk ini beroperasi di daerah perkebunan yang letaknya di terpencil. Itu sebabnya desain dan komponen-komponen yang digunakan disesuaikan dengan tuntutan operasi di lokasi kerja. Kalau menggunakan engine yang canggih dan komponen-komponen yang tidak berdampak signifikan terhadap performa mesin, hal ini justru membuat harga unit makin mahal dan menyulitkan perawatannya,” ia menjelaskan alasannya.  “Kami membuat alat ini sesederhana dan sekuat mungkin sehingga harganya sangat terjangkau dan petani tidak terlalu repot dalam melakukan maintenance.”

Prinsip Hendro dalam mengembangkan Quick Truck ini adalah produknya harus simple, kuat, sesuai kebutuhan petani, mudah dipelihara dan harganya terjangkau. Hal itu terlihat dari engine diesel Kubota 14 HP, dengan single piston sebagai sumber tenaganya. Engine ini, kata Hendro berpromosi, memiliki tenaga yang kuat, sudah teruji, dan mudah diperbaiki jika rusak. Dan satu lagi, body-nya menggunakan cor-coran, bukan aluminium seperti yang dipakai pada produk-produk kompetitor.

Faktor lain yang membuat Hendro sangat optimis dengan prospek pasar truk mini ini adalah Quick sendiri sudah lama dikenal sebagai pabrikan traktor tangan yang sangat berpengalaman di Indonesia. “Dengan bekal pengalaman yang begitu panjang, kami sudah mengenal petani dengan begitu baik. Kami tahu betul apa yang paling mereka butuhkan dari mesin seperti ini,” ungkapnya sambil menambahkan bahwa biaya operasi kendaraan ini paling irit, yakni sekitar 1 liter/jam, sementara kapasitas tangki 11 liter.

Desain baknya sengaja dibuat agak dangkal guna memudahkan pemuatan dan mencegah muatan yang berlebihan. Sebab, kalau sampai berlebihan, muatannya pasti meluber. Kapasitas angkutnya 600 kg, dengan ground clearance 250 mm dan diameter roda besar, truk mini ini mampu melintasi medan off-road. Kendaraan ini menggunakan penggerak roda belakang, dengan kecepatan maksimal 20 km/jam.

Menggunakan rangka model Ladder dengan bobot keseluruhan 950 kg, Hendro memastikan Quick Truck dirancang menjadi alat angkut yang kuat dan bertahan lama. “Asalkan dirawat dengan baik, truk ini dapat bertahan lama, bisa sampai 10 tahun,” tukasnya. Dia membandingkan gearbox pada traktor tangan yang bisa sampai 20 tahun. Gearbox yang sama dipakai pada truk ini. Menggunakan ban dengan diameter

Perusahaan ini memberikan support langsung kepada para pelanggannya untuk menjamin kelancaran operasi truk-truk ini. Meski tidak memberikan garansi, Hendro menyatakan pihaknya berkomitmen untuk langsung menangani apapun persoalan yang dihadap customer sepanjang alat-alat ini dipergunakan sesuai peruntukannya.

Hingga kini  belum ada rencana pabrikan ini untuk menyalurkan produk-produk ini lewat distributor/dealer. “Kami melakukan direct selling. Kami jual lewat cabang-cabang dan show room kami sendiri,” kata Hendro lagi. Showroom-nya sudah ada di Padang, Riau, Medan, Lampung, Tugumulyo (Kab. Ogan Komering Ilir) dan sedang menjajaki peluang untuk membangun fasilatas-fasilitas serupa di daerah Kalimantan.

Kehadiran alat angkut ini seiring dengan tekad pemerintah yang terus mendorong mekanisasi di industri pertanian, termasuk di usaha perkebunan kelapa sawit.  Hendro menyatakan pabriknya siap memproduk kendaraan-kendaraan ini dalam jumlah besar, sekitar 500 unit per bulan.*

Bagaimana Menurut Anda? komentar anda :