Sun. Oct 21st, 2018

Pengujian Operasi Quarry “Bebas Emisi” Pertama Dunia Dimulai

Volvo Construction Equipment (Volvo CE) dan pelanggannya, Skanska, mulai menguji kelayakan konsep Electric Site. Sistem itu, yang menggabungkan mesin-mesin Volvo bertenaga listrik dan beroperasi secara otonom, akan berjalan di suatu lingkungan produksi quarry yang sebenarnya selama 10 minggu – untuk membuktikan pengurangan emisi karbon sebesar 95%  dan reduksi total biaya operasi 25%. 

Lokasi quarry milik perusahaan Skansa di Gothernburg, Swedia yang digunakan untuk uji coba electronic site Volvo CE.

Perusahaan Swedia Volvo Construction Equipment (Volvo CE) dan Skanska mengubah industri quarry dalam penelitian inovatif mereka untuk menciptakan operasi tambang batu ‘bebas emisi’ pertama di dunia. Proyek penelitian ini bertujuan untuk merealisasikan keahlian Volvo Group dalam bidang elektromobilitas dan otomatisasi dengan mencoba mengelektrifikasikan setiap tahap pengangkutan dalam suatu quarry – dari penggalian hingga ke penggilingan primer dan pengangkutan ke penggilingan sekunder – meski masih menggunakan tenaga diesel. Sistem ini akan menghasilkan operasi quarry yang efisien, aman dan ramah lingkungan, yang tentu saja bermanfaat bagi pelanggan dan masyarakat luas.

Kendaraan angkut material ‘Concept HX1’ yang beroperasi secara otonom 

Volvo CE dan Skanska mulai menguji konsep Electric Site pada 29 Agustus silam di lokasi quarry Vikan Kross milik Skanska dekat Gothenburg di Swedia, yang menghasilkan agregat untuk keperluan berbagai proyek konstruksi serta untuk aspal dan semen.

“Ini untuk pertama kalinya hal seperti ini telah dicoba dalam industri quarry dan, jika berhasil, Electric Site dapat berfungsi sebagai cetak biru yang menghasilkan perubahan berupa efisiensi, safety dan dampak lingkungan bagioperasi quarry di seluruh dunia,” ungkap Gunnar Hagman, CEO Skanska Swedia.

Dengan Electric Site, Volvo CE dan Skanska mencungkir-balikkan cara-cara kerja lama di industri quarry. Proyek ini telah melibatkan pengembangan mesin-mesin konsep, metode-metode kerja dan sistem manajemen site yang baru, yang secara bersama-sama, membentuk suatu solusi site yang lengkap. Teknologi mutakhir ini meliputi mesin dan sistem kontrol armada serta solusi-solusi logistik untuk mesin-mesin listrik di berbagai quarry.

“Kami harus mengubah pola pikir kami dalam bekerja dan cara kami memahami efisiensi mesin – melampaui batas kompetensi kami,” ujar Melker Jernberg, Presiden Volvo CE.

“Solusi site total yang kami kembangkan bersama dengan pelanggan, Skanska, bukanlah solusi komersial untuk diperjual belikan saat ini, karena kami akan mengevaluasi jumlah pengeluaran dari pengujian ini. Tapi kami sudah banyak mempelajari sejumlah elemen yang akan ditambahkan pada pengembangan produk ini pada masa mendatang.”

Volvo CE pertama kali berbicara tentang proyek Electric Site ini selama Xploration Forum 2016, di mana pabrikan ini menampilkan dua mesin utama yang akan digunakan di lokasi uji coba: alat pengangkut berbahan bakar bateri-elektrik otonom HX1 (sekarang HX2) dan  wheel loader hibrida elektrik LX1.

Dengan HX2, Volvo menyebutkan alat ini bergerak melampaui konsep HX1 yang sudah terbukti dan menggunakan teknologi-teknologi dan komponen-komponen dari Volvo Group, seperti motor listrik, berbagai bateri dan power electronics.

“Mengintegrasikan drivetrain yang sepenuhnya baru penting untuk menarik keuntungan penuh dari pengembangan electromobility yang pertama yang terjadi di dalam Volvo Group,” kata Uwe Müller, chief project manager untuk Electric Site di Volvo CE.

“Fitur baru lain adalah tambahan sistem penglihatan, yang memungkinkan mesin ini mendeteksi orang-orang dan rintangan-rintangan lain di sekitarnya.”

Wheel loader LX1, yang sudah diuji di California pada dua lokasi pengelolaan sampah, bisa menghasilkan efisiensi bahan bakar hingga 50 persen, menurut sumber Volvo.

Mesin hibrida ini memasukkan sebuah driveline yang menggunakan motor-motor penggerak elektrik yang dipasang pada roda, hidrolik yang digerakkan oleh elektrik, dan sebuah sistem penyimpanan energi serta arsitektur mesin yang baru. Di samping itu, mesin LX1 ukuran L150 dari Volvo ini menggunakan engine 3,6 liter, dibandingkan engine 13 liter yang digunakan pada L150 konvensional.

Tambang quarry yang menjadi lokasi uji coba itu juga menggunakan protipe excavator EX1 bertenaga ganda 70 ton yang terhubung dengan kabel, model Volvo EC750, yang diperbarui untuk memasukkan electric motor.

Müller menuturkan, untuk memasang motor yang diperlukan, dilakukan banyak pekerjaan pengepakan ulang, meski kontrol-kontrol mesin itu tetap sama. “Ketika terhubung kabel listrik, mesin akan secara otomatis memulai electric mode; jika tidak, alat ini akan menggunakan diesel engine. Sifat statis dari EX1 pada lokasi kerja — di mana mesin hanya bergerak satu kali atau dua kali sehari ketika bekerja melewati bebatuan yang diledakkan — ideal untuk memasang kabel, kata sumber Volvo. (Sumber: Volvo CE)

Bagaimana Menurut Anda? komentar anda :

Construction / Mining Equipments - Trucks - Agriculture Machineries - Machine Tools - Equipment Rental

Construction / Mining Equipments – Trucks – Agriculture Machineries – Machine Tools – Equipment Rental