Now Reading
NEW GENERATION YANMAR MINI EXCAVATOR
0

NEW GENERATION YANMAR MINI EXCAVATOR

 NEW GENERATION YANMAR MINI EXCAVATOR

 

Memilih mesin dan fitur-fitur yang sesuai dengan aplikasi atau pekerjaan menjadi salah satu kunci keberhasilan mengoperasikan mesin. Apa keunggulan Yanmar Mini Excavator?

                           

Pada saat industri tambang batu bara dan  mineral mengalami booming kehadiran alat-alat konstruksi yang berpostur kecil alias compact kerap dipandang dengan sebelah mata. Kehadiran mereka kurang diperhitungkan. Bahkan saking kecil ukurannya, operator mesin-mesin besar menganggapnya sebagai mesin mainan. Di lokasi tambang, kehadiran unit-unit compact ini memang langka. Populasinya relatif sedikit, bahkan tidak ada. Kalau pun ada, paling banter mereka digunakan sebagai alat pendukung saja, yang digunakan pada saat dibutuhkan.

Tetapi, tidak demikian di sektor infrastrutkru (konstruksi), perkebunan, perhutanan dan bidang-bidang usaha lain yang membutuhkan aplikasi unit-unit kecil, operasi mereka menjadi keharusan. Pembenahan jalan, penggalian saluran atau selokan di daerah perkotaan yang populasinya padat dan lalu lintasnya ramai, pengangkatan dan penanaman pipa, dan masih banyak lagi jenis pekerjaan lainnya, hampir tidak mungkin jika menggunakan excavator kelas 20 ton.  Alat konstruksi yang besar tidak bisa melakukan maneuver di area seperti ini.  Hilir mudik kendaraan, para pejalan kaki, bangunan-bangunan termasuk tiang-tiang listrik dan telepon bisa menghambat gerakan alat. Kondisi serupa terjadi di area perkebunan, seperti kelapa sawit. Penggunaan alat-alat besar justru merusak tanaman-tanaman yang berada di sekitar alat itu.

“Pertimbangan-pertimbangan paling penting untuk mengoperasi alat di sektor konstruksi di perkotaan dan perkebunan adalah ukurannya, kondisi lokasi, regulasi emisi, tingkat kebisingan engine dan efisiensi,” kata  Dodi Zainuddin, Direktur Pemasaran PT  Tathong Heavyequipment Indonesia.  

Mencermati kondisi pasar Indonesia yang terlalu dijejali oleh mesin-mesin besar, sementara kondisi site, baik di sektor konstruksi  maupun perkebunan,  menuntut penggunaan  alat-alat kecil, maka PT Tathong Heavyequipment  Indonesia memperkenalkan produk-produk mini excavator Yanmar.

“Beberapa fitur menarik yang membuat mini excavator Yanmar sangat cocok aplikasi-aplikasi adalah ukurannya yang compact, tidak menimbulkan suara bising dan desain zero tailturning radius,”  tandasnya.

Ukuran yang kecil memungkinkan excavator-excavator ini bisa menelusuri ruang-ruang atau lorong-lorong sempit, Dodi menjelaskan, dan desain zero tailswing mengurangi kemungkinan adanya kerusakan akibat maneuver mesin ini pada saat bekerja.

Dodi mencermati, pada saat bisnis pertambangan mengalami kelesuan belakangan ini, usaha konstruksi, perkebunan dan Hutan Tanaman Industri (HTI) justru makin bergairah. Meski pertumbuhannya tidak seagresif sektor tambang, namun kebutuhan alat di pasar-pasar tersebut terus bertambah. Itu sebabnya, PT  Tathong Heavyequipment Indonesia kian gencar memasarkan produk-produk Yanmar.

“Usaha perkebunan kelapa sawit, HTI, dan infrastruktur memiliki prospek yang bagus saat ini dengan daya serap pasarnya mencapai kurang lebih 400-500 unit per tahun. Ini peluang bagi kami yang bermain di ceruk ini,” Dodi mengurai. Yang dia maksudkan adalah daya serap pasar untuk mini excavator.

Tetapi, untuk menggarap pasar-pasar tersebut, Yanmar harus bekerja ekstra keras, karena setidaknya saat ini terdapat sembilan (9) ternama yang menjagokan unit-unit mini, di antaranya, Komatsu, Kobelco, Hitachi, Kubota, Hyundai, Takeuchi, Sany.

“Salah satu hal yang dapat kami lakukan untuk menarik perhatian para customer adalah dengan menyediakan produk-produk mini excavator yang mampu memenuhi kebutuhan mereka, namun dengan harga yang kompetitif,” imbuh Dodi tentang strategi pasar.

Mini Excavator Yanmar untuk pasar Indonesia tersedia dalam kelas 5 hingga 8 ton. Ukurannya yang kecil  membuat produk ini cocok untuk pekerjaan-pekerjaan seperti pemasangan pipa gas maupun PDAM, pemasangan kabel listrik dan telepon dalam tanah, pembangunan saluran air. Sementara di sektor perkebunan, produk ini sangat ideal untuk pekerjaan land clearing.

“Permintaan alat berat di sektor perkebunan kelapa sawit mencapai 250-300 unit, sementara di bidang infrastruktur mencapai 200 unit. Peluang yang cukup baik ini membuat kami menargetkan penjualan mini excavator Yanmar pada angka 50-60 unit pada 2014 ini,” ujar Dodi meyakinkan.

Di kelas 5 ton, Dodi melanjutkan, terdapat model 4TNV84T-ZMBV. Mini excavator ini memiliki tenaga 48,4 horse power (33,4kW) dan menggunakan mesin Yanmar sebagai dapur pacunya. Di atasnya terdapat model Xazis-3 berkekuatan 132 kW yang memanfaatkan mesin Isuzu.

Sementara kelas tertinggi di jejeran mini excavator Yanmar ini menggunakan mesin Cummins yang sanggup memuntahkan tenaga sebesar 179 kW.  Unit-unit ini hadir dengan dua pilihan: menggunakan full cabin dengan AC dan kanopi biasa.

“Kenyamanan operator dalam bekerja juga menjadi perhatian kami. Itu sebabnya kabin kami disain dengan memperhatikan unsur kemudahan akses bagi operator,” ia menambahkan.

Selain tombol dan semua fungsi yang mudah diakses oleh operator, disertakan pula sebuah monitor LCD yang bermanfaat untuk memantau temperatur air, peringatan untuk fungsi-fungsi bahan bakar, hydraulic oil, sistem kelistrikan, dan lain-lain. Kabin didisain sedemikian rupa sehingga memungkinkan operator memiliki visibilitas yang memadai saat mengoperasikan unit. Di samping itu, kursi operator dilengkapi dengan fitur ergonomis sehingga operator dapat bekerja dengan nyaman dan tidak cepat lelah. ,

“Mini excavator Yanmar merupakan pilihan yang tepat bagi customer-customer yang memerlukan mesin-mesin yang lincah, kuat dan efisien untuk menangani berbagai pekerjaan di bidang konstruksi dan perkebunan yang tidak mungkin bisa dilakukan dengan menggunakan mesin-mesin besar,” pungkas Dodi.

 

 

Bagaimana Menurut Anda? komentar anda :