Slider
Now Reading
MRF Suplai Ban Baru Hingga Vulkanisir
1

MRF Suplai Ban Baru Hingga Vulkanisir

ban mrf

Sugih Sutjiono, direktur PT Enrich Solutions.

Apa yang menjadi concern Anda saat memilih ban untuk truk on-road maupun off-road? Jawaban atas pertanyaan itu bisa saja beragam. Ada orang yang terikat pada merk tertentu. Yang lain lebih mengutamakan mutu. Ada pula yang mengedepankan masa pakai yang lebih lama, biaya perawatan yang lebih murah, dan sebagainya. Tetapi karena diperlukan untuk bekerja, maka ban-ban yang ideal untuk kendaraan-kendaraan tersebut adalah perpaduan dari semuanya itu, yakni yang bermutu tinggi, dengan usia pakai yang lebih lama dan biaya perawatannya lebih efisien.

Salah satu merk ban yang diklaim memenuhi kriteria tersebut adalah MRF (Madras Rubber Factory). MRF merupakan produsen ban yang mengutamakan kualitas serta terdepan dalam teknologinya. Menggarap pasar Indonesia, produk-produk asal India ini mulai digunakan pada kendaraan-kendaraan heavy duty, termasuk di industri logging. Digunakan pertama kali di daerah Pekanbaru, Riau, kemudian merambah ke pasar batubara, baru disusul bisnis ekspedisi.

“Untuk pasar Indonesia, kami lebih banyak bermain di segmen truk, baik onroad maupun offroad,” kata Sugih Sutjiono, direktur PT Enrich Solutions yang ditemui di sela-sela sebuah acara pameran di Jakarta awal April lalu. Ia mengatakan, testimoni dari para pelanggan di berbagai sektor usaha tersebut sangat membantu pemasaran ban-ban MRF tersebut.

MRF sebenarnya memproduksi bermacam-macam jenis ban, termasuk yang digunakan untuk kendaraan roda tiga Bajaj dan sepeda motor merek Bajaj, atau KTM di Eropa, dan pesawat terbang Sukhoi asal Rusia. “Cuma perusahaan kami  memasarkannya di Indonesia hanya untuk segmen truk dan alat berat,” ujar Sugih.

Jenis-jenis ban MRF untuk aplikasi truk dan alat berat pun beragam. Ia mencontohkan ban Musclerok Widebase, Grader, dan Compactor untuk dipakai pada alat-alat berat. Sementara untuk heavy duty truck tersedia Musclerok Special Service Truck dan Industrial, selain ban-ban jenis lain untuk truk-truk yang ukuran CC-nya lebih kecil.

“Segmen konsumen kami adalah komersial. Mereka membeli ban-ban MRF untuk bekerja. Mereka lebih mengutamakan performanya. Kalau untuk dipakai pribadi, orang-orang cenderung lebih melihat mereknya. Kami mendapat banyak testimoni yang positif mengenai penggunaan produk-produk MRF ini,” ungkapnya.

Secara persentase, Sugih mengakui, jumlah penjualan ban MRF untuk kendaraan-kendaraan heavy duty belum banyak. Dia beralasan, segmen yang disasar produk-produk ini memang sangat spesifik. Jumlah penjualannya tak sebanding dengan merek lokal. Walaupun demikian, ia optimistis permintaan akan terus meningkat seiring dengan banyaknya testimoni positif dari para pelanggan. Apalagi perusahaan yang menjadi distributor utama MRF ini sudah membangun jaringan dealer yang luas di berbagai belahan Indonesia.

Sugih mengatakan, produk-produk MRF ini memposisikan dirinya sebagai ban pengganti dengan lebih fokus menggarap aftermarket. Sejauh ini ban-ban MRF belum bisa masuk ke produk OEM. Tetapi dia menjamin pabrikan asal India ini membuat produk-produk ban yang kualitasnya tidak kalah dengan produk-produk OEM. “Biarlah kalangan konsumen yang akan menilai nantinya, ban-ban manakah yang paling irit dan paling awet,” ujarnya meyakinkan.

Tuntutan pemakaian ban pada setiap industri tidak sama. Di sektor tambang, pada prinsipnya, yang menjadi indikatornya adalah jumlah jam pemakaian, dan sudah ada SOP (sistem operasional prosedur). Aturan mainnya agak ketat sesuai dengan tuntutan industrinya. Sedangkan di sektor angkutan jalan raya, yang menjadi patokannya adalah jumlah kilometer jarak yang ditempuh.

Bagaimana dengan ban-ban MRF? “Produk-produk MRF umumnya diukur berdasarkan kilometer. Silahkan para pelanggan untuk mencoba terlebih dahulu. Biarlah mereka merasakan performanya dan kemudian memberikan testimoni,” kata Sugih seraya menambahkan bahwa PT Enrich Solutions menjual mulai dari ban baru hingga ban-ban vulkanisir.

Dia mencontohkan pemakaian ban-ban MRF di perkebunan kelapa sawit, baik untuk  traktor-traktor pertanian maupun truk. Produk-produk ini juga sudah merambah hingga Papua, yang medan kerjanya lebih sulit. Ia mengklaim, dari 10 truk yang beroperasi di sana saat ini, terdapat 6-7 truk yang memakai ban MRF.

Dalam pengembangan pasar produk-produk MRF di tanah air, PT Enrich Solutions membentuk empat divisi: divisi pemasaran, divisi technical support, dan divisi retread. Tim technical support memeriksa kondisi produk, melakukan analisis pemakaian hingga memberikan advis. Sementara divisi retread khusus menyediakan ban-ban vulkanisir.

Pendekatan tersebut diperlukan sesuai dengan tuntutan pasar. Sugih mengingatkan, truk-truk on-road di Indonesia seringkali overload dalam memunggah muatan, bahkan kadar overload-nya tergolong parah. Ini menyebabkan ban lekas rusak. Kondisi ini berbeda dengan kebiasaan truk-truk di sektor tambang yang jarang overload karena pengaturannya jelas. Tim technical support membantu para pelanggan mendapatkan dan menggunakan ban-ban yang sesuai dengan tuntutan aplikasi mereka. Kalau mereka memerlukan ban-ban vulkanisir, perusahaan ini juga memiliki divisi sendiri yang menyediakan produk-produk jenis tersebut.

Dengan dukungan jaringan bisnis yang jumlahnya sudah lebih dari 50 dealer yang tersebar di berbagai belahan Indonesia, Sugih yakin PT Enrich Solutions mampu membesarkan produk-produk MRF di tanah air.

Bagaimana Menurut Anda? komentar anda :

1 Comments
  • Inu F Ghaniy
    Sep 26, 2017 at 10:18 am

    Pak sekiranya saya ingin jadi salesman diarea merauke bagaimana caranya pak.
    Saya supir truk, dan kami semua menggunakan MRF, akan tetapi barang lebih sering kosong .

Leave a Response

20 + 14 =