Cover
Now Reading
Mengintip Inovasi Baru Jebsen&Jessen di Indonesia
0

Mengintip Inovasi Baru Jebsen&Jessen di Indonesia

Jebsen & Jessen Indonesia Group hendak menjadikan Indonesia sebagai poros bisnisnya di kawasan Asia Tenggara. Apa saja inovasi-inovasi yang dikembangkan perusahaan multinasional ini di bidang infrastruktur dan pertambangan?

Juni 10

Jebsen & Jessen yang bergerak di bidang manufaktur, rekayasa, tambang dan distribusi,memperkenalkan Dry Bulk Handling untuk memberikan solusi kepada industri pelabuhan, terminal, batubara dan industri semen.

Jebsen & Jessen Indonesia Group terus memperkuat posisi pasarnya di Indonesia dengan mengembangkan berbagai bisnis. Ruang lingkup usahanya cukup beragam, seperti  industri makanan & minuman, coating & ink, infrastruktur hingga solusi untuk usaha pertambangan. Perusahaan multinasional ini hendak menjadikan Indonesia sebagai poros bisnisnya di Asia Tenggara, sebagaimana diungkapkan Chairman Jebsen & Jessen South East Asia (SEA), Heinrich Jessen, saat berbincang-bincang dengan media beberapa waktu lalu di Jakarta.

Heinrich mengakui Indonesia memiliki potensi perekonomian yang besar yang mampu menggerakkan perekonomian kawasan Asia Tenggara. “Kami melihat kemungkinan besar Indonesia akan tetap menjadi penggerak utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Tenggara,” ungkapnya ketika memaparkan berbagai bisnis yang dikembangkan Jebsen & Jessen Indonesia Group.

Heinrich menyebut Indonesia berpotensi menempati posisi 7 ekonomi terkuat dunia pada tahun 2030 nanti. Dan untuk mengantisipasi potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin menjanjikan itu ke depan, sejak tahun 2015 perusahaan yang sudah 40 tahun hadir di Tanah Air ini memutuskan untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu strategi bisnis perusahaan di kawasan Asia Tenggara.

Di bidang tambang, misalnya, Jebsen & Jessen memperkenalkan Dry Bulk Handling untuk memberikan solusi kepada industri pelabuhan, terminal, batubara dan industri semen. Soenke Gloede, Presdir PT Jebsen Jessen Ingredients Indonesia mengakui ini sebagai lini bisnis terbaru yang diluncurkan pada 2017. “Jebsen & Jessen menawarkan solusi terintegrasi dan mobile equipment di sektor tambang, pelabuhan dan terminal, energi dan batubara, serta industri semen,” ujarnya. Beberapa lokasi tambang di Sulawesi, Jawa Tengah dan Banten sudah memanfaatkan solusi yang ditawarkan Jebsen & Jessen ini.

Khusus di bidang infrastruktur, Jebsen & Jessen Indonesia Group mengembangkan beberapa produk. Untuk mengantisipasi bahaya banjir, misalnya, perusahaan ini memperkenalkan Cold Flood Prevention yang merupakan peralatan yang dikhususkan bagi lokasi yang rawan banjir, dan sebagai perlindungan aset (seperti di gudang dan pabrik). Alat ini berfungsi sebagai bendungan sementara. Soenke mengatakan, produk ini dapat menghalangi banjir hingga ketinggian 1,2 meter.

Untuk mengatasi krisis lahan parkir di kawasan bisnis maupun perumahan di daerah perkotaan, Jebsen & Jessen mengembangkan sistem parkir otomatis, Doppeldecker dan Rotary. Konsep parkir yang ditawarkan ini sangat menghemat biaya konstruksi dan waktu dalam mencari tempat parkir. Beberapa gedung perkantoran dan perumahan sudah mengaplikasikannya.

Inovasi lainnya di bidang infrastruktur adalah pengembangan Building Maintenance System, yakni sistem gondola yang customized untuk bangunan di Indonesia. MHE-Demag mendesain gondola dengan sistem full climbing pertama di Asia Tenggara untuk Menara Astra pada tahun 2017. Gedung BNI46 juga sudah menggunakan teknologi ini. MHE – Demag sudah mendapatkan penghargaan dari Singapore Business Review International Business Awards untuk kategori Business Service & Facility dengan sistem gondola yand didesain untuk Menara Astra – Jakarta.

Jebsen & Jessen Indonesia Group, melalui anak perusahaan JJ-Lapp Cable, mengembangkan Kabel Untuk Sarana Transportasi. Soenke menuturkan bahwa pada 2017 perusahaan ini ditunjuk menjadi salah satu suplier kabel transportasi untuk PT INKA (Persero) untuk Train Wagon sepanjang 56 km. Perusahaan ini akan melakukan investasi perluasan pabrik untuk menyuplai kebutuhan kabel dalam negeri dan juga penguatan ekspor ke wilayah ASEAN. Hal ini sejalan dengan ambisi perusahaan multinasional ini untuk menjadikan Indonesia sebagai poros bisnisnya di Asia Tenggara.@

Bagaimana Menurut Anda? komentar anda :