Sun. Oct 21st, 2018

Mengapa Traktor Mahindra Menyasar Sektor Kelapa Sawit?

PT Intraco Penta Wahana (IPW) memperkenalkan traktor merek Mahindra, yang memiliki tenaga besar, namun sangat efisien, durabilitas tinggi dan mudah dirawat, membuatnya sangat ideal untuk operasi di area perkebunan kelapa sawit Indonesia yang kondisi medannya sangat menantang.

Pemerintah sudah meluncurkan secara resmi mandatori perluasan penggunaan bahan bakar diesel (B20). Berdasarkan kebijakan itu, kewajiban penggunaan B20 diperluas ke non-PSO setelah awalnya hanya untuk PSO. Perluasan itu mulai berlaku sejak 1 September 2018.

Kebijakan perluasan penggunaan B20 tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis inti industri kelapa sawit, tetapi juga menggairahkan perkembangan industri-industri pendukungnya, khususnya alat pertanian seperti traktor. Pasokan CPO untuk mendukung peraturan itu harus didukung oleh ketersediaan lahan perkebunan sawit yang luas. Mesin traktor memiliki peran penting dalam berbagai operasi di lahan perkebunan kelapa sawit dan benar-benar menjadi alat serba guna yang tangguh.

Untuk mendukung keberhasilan program pemerintah di sektor kelapa sawit, PT Intraco Penta Wahana (IPW), sejak tahun 2012 memperkenalkan traktor merek Mahindra. Mahindra merupakan brand traktor asal India yang sudah mendunia. Selain Asia, mesin-mesin traktor Mahindra sudah lama merambah pasar di belahan-belahan dunia lain, termasuk Eropa dan Amerika.

Ramadhany Wicaksono, National Sales Manager PT Intraco Penta Wahana mengatakan bahwa Mahindra adalah merek traktor dengan penjualan terbesar di dunia, berdasarkan volume dan pembuat traktor No.1 di India selama lebih dari tiga dekade dengan penjualan 85.000 unit per tahunnya. Mahindra juga satu-satunya perusahaan traktor yang memenangkan Deming Prize dan Japan Quality Medal.

Mahindra memiliki beragam model traktor namun khusus untuk pasar Indonesia, IPW fokus memasarkan traktor-traktor ukuran sedang hingga kecil. “Dari sekian banyak model traktor yang diproduksi Mahindra, IPW memilih empat (4) tipe: 40 HP (4025), 60 HP (6030), 80 HP (M8000), dan 92 HP (M900). Di samping itu, dipasarkan juga tipe 92HP (M9500) khusus untuk kultivasi,” ungkap pria yang disapa Dhany ini.

Potensi pasar traktor di Indonesia sangat besar. Namun, menurut Dhany, IPW memfokuskan pemasaran alat-alat pertanian asal India ini di sektor perkebunan kelapa sawit. “Sampai saat ini kami masih fokus memasarkan traktor-traktor Mahindra ini di sektor kelapa sawit karena perkebunan kelapa sawit Indonesia nomor 1 di dunia dan kebutuhannya tinggi,” ungkapnya saat berbincang-bincang dengan Majalah Equipment Indonesia di Jakarta baru-baru ini.

Traktor Mahindra tangguh, sangat bertenaga dan hemat bahan bakar

Alasan lain mengapa IPW lebih menyasar usaha perkebunan kelapa sawit dibandingkan bidang usaha yang lain adalah faktor desain. “Mahindra menggunakan teknologi konvensional dengan kualitas tinggi sehingga sangat cocok dengan karakter petani-petani maupun pemilik usaha kelapa sawit di Indonesia yang lebih menginginkan alat-alat pertanian yang teknologinya sederhana tetapi tangguh, hemat bahan bakar, mudah dioperasikan dan dirawat,” ujarnya berpromosi.

Di samping itu, perkebunan kelapa sawit merupakan industri yang pertumbuhannya lebih pesat dibandingkan usaha-usaha pertanian lainnya pada masa mendatang. Apalagi didukung oleh kebijakan penggunaan B20 yang berbasis kelapa sawit. “Traktor Mahindra hadir di Indonesia untuk mendukung program pemerintah itu,” tukasnya. *

 

Bagaimana Menurut Anda? komentar anda :

Construction / Mining Equipments - Trucks - Agriculture Machineries - Machine Tools - Equipment Rental

Construction / Mining Equipments – Trucks – Agriculture Machineries – Machine Tools – Equipment Rental