Cover
Now Reading
JCB Donasikan Excavator Untuk Operasi Pemulilhan Pasca Gempa Lombok
0

JCB Donasikan Excavator Untuk Operasi Pemulilhan Pasca Gempa Lombok

 

JCB mendonasikan Excavator JS 205, lengkap dan operator dan bahan bakar, untuk mempercepat pembangunan kembali Lombok pasca gempa bumi.

juli 45

Excavator JCB JS205 yang didonasikan untuk misi pembersihan puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa di Lombok. (Dok. Airindo JCB)

JCB mendukung misi pembersihan puing-puing bangunan yang rusak akibat serangkaian gempa bumi yang melanda pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak 29 Juli 2018. Rentetan gempa itu masih terasa hingga akhir Agustus. Guncangan gempa ini menewaskan hampir 500 orang, ribuan terluka dan lebih dari 150.000 warga kehilangan tempat tinggal.

Perusahaan itu, melalui dealernya, Airindo JCB, telah mendonasikan penggunaan JS205 tracked excavator lengkap dengan operator dan bahan bakar. Mesin itu digunakan oleh TNI untuk membersihkan beberapa lokasi di Lombok Utara yang hancur karena tanah longsor. Mesin itu juga digunakan untuk membersihkan puing-puing bangunan-bangunan yang ambruk di berbagai lokasi sehingga memungkinkan untuk segera dimulainya pembangunan kembali.

Letnan Agung Chandra Sumpena, Direktur Komunikasi untuk Batalyon Konstruksi Angkatan Darat Indonesia, mengatakan: “Gempa dan seretetan gempa susulan berskala kecil menyebabkan banyak kerusakan di pulau itu, dengan bangunan-bangunan yang sebagian atau seluruhnya hancur dan banyak infrastruktur yang rusak. Excavator JS205 sudah bekerja hingga delapan jam sehari membantu orang-orang yang paling memerlukan bantuan dan penggunaan alat ini sudah dampak signifikan terhadap upaya-upaya pemberian bantuan.”

juli 46

Gempa Lombok tidak hanya memporak-porandakan banyak bangunan, tetapi merusak banyak infrasruktur.

Retentaan gempa Lombok dimulai 29 Juli 2018 dengan kekuatan 6,4 SR. Pusat gempa ini diperkirakan berada di 47 km timur laut Kota Mataram, dengan kedalaman 24 km. Guncangan gempa bumi ini dirasakan di seluruh wilayah Pulau Lombok, Bali dan Sumbawa. Setelah itu terjadi gempa-gempa susulan, dan yang paling besar terjadi pada 5 Agustus dengan kekuatan 7 SR. Gempa ini terjadi di kedalaman 10 km.

JCB memiliki sejarah membantu negara-negara yang terkena dampak bencana alam besar dan dalam beberapa tahun terakhir menyediakan peralatan-peralatan untuk mendukung upaya-upaya pemulihan dan rekonstruksi setelah gempa bumi di Nepal, Chili, Pakistan dan Haiti, dan di Filipina akibat hantaman Topan Haiyan.

JCB merupakan produsen peralatan konstruksi ketiga terbesar di dunia berdasarkan volume. Kantor pusat perusahaan berada di Inggris, yang ditopang oleh 11 pabriknya negara itu. Selain itu, produsen ini memiliki fasilitas-fasilitas produksi di belahan dunia lain, seperti di India, Brasil, Cina, dan Amerika Serikat.

Bagaimana Menurut Anda? komentar anda :