Cover
Now Reading
Ini Laporan PwC tentang Kinerja Industri Tambang Indonesia
0

Ini Laporan PwC tentang Kinerja Industri Tambang Indonesia

Meski tak satupun perusahaan tambang nasional yang masuk dalam kategori 40 perusahaan tambang terbesar dunia pada tahun 2017, namun perkembangan industri tambang Indnesia sudah semakin membaik.

EXC_EC950E_T2_T3_H_02161_H.tif

EXC_EC950E_T2_T3_H_02161_H.tif

Meski tak satupun perusahaan tambang Indonesia yang masuk dalam kategori 40 perusahaan tambang terbesar dunia pada tahun 2017, namun perkembangan industri tambang nasional sudah semakin membaik seiring dengan terus menguatnya harga komoditas dan meningkatnya permintaan komoditas tambang secara global.

Laporan tahunan PricewaterhouseCoopers (PwC) yang dirilis Selasa (5/6/2018) mencatat 40 perusahaan tambang terbesar dunia yang menunjukkan hasil kinerja keuangan yang sangat mengesankan pada 2017, dengan pendapatan yang meningkat 23 persen menjadi USD$600 M. Perusahaan-perusahaan itu dinilai berdasarkan kapitalisasi pasarnya.

Peningkatan pendapatan itu didorong oleh pertumbuhan ekonomi global yang semakin meningkat dan pemulihan harga komoditas, serta dibantu dengan strategi-strategi penghematan biaya yang tajam selama beberapa tahun terakhir. Semuanya itu membuat margin dan kemampuan perusahaan-perusahaan tambang untuk menghasilkan pendapatan telah meningkat secara signifikan, yang berujung pada lonjakan laba bersih sebesar 126 persen.

“Perusahaan-perusahaan tambang besar telah melaksanakan strategi-strategi mereka secara terukur dan berhati-hati pada tahun 2017, dan upaya mereka kini telah terbayar dengan hasil yang luar biasa,” kata Pimpinan Mining & Metals PwC Global, Jock O’Callaghan. Itu sebabnya PwC memprediksikan tren positif pada kinerja keuangan dari 40 perusahaan tambang terkemuka akan berlanjut pada tahun 2018 ini.

Mengikuti pulihnya harga komoditas dan permintaan komoditas global yang semakin kuat, Sacha Winzenried, lead advisor PwC Indonesia untuk bidang energi, utilitas dan pertambangan, melihat pertumbuhan yang positif juga terjadi di Indonesia seperti tercermin pada peningkatan kinerja industri pertambangan hingga saat ini.

PwC melihat adanya pemulihan pada kapitalisasi pasar saham pertambangan yang terdaftar di BEI selama tahun 2017 yang mencapai Rp 310 triliun per tanggal 31 Desember 2017, atau meningkat sebesar 17% dibandingkan dengan posisi per tanggal 31 Desember 2016. Kenaikan ini terutama berasal dari saham batubara yang naik sebesar 27%. Tren ini berlanjut hingga tahun 2018 di mana kapitalisasi pasar dari perusahaan-perusahaan pertambangan batubara dan mineral mengalami kenaikan lagi masing-masing sebesar 9% dan 18% per 30 April 2018.

Namun, O’Callaghan mengingatkan pemain-pemain industri tambang agar tetap disiplin dan transparan dalam alokasi modal, dan menjaga fokusnya pada tujuan untuk penambangan yang menguntungkan dan bukan sekedar menambang. Alasannya, menurut Winzenreid, usaha tambang mengandung banyak risiko. “Kepastian regulasi menjadi salah satu hal utama yang perlu ditingkatkan dalam lingkungan investasi pertambangan Indonesia,” pungkasnya. @

Bagaimana Menurut Anda? komentar anda :