Sun. Oct 21st, 2018

Hino Motors Sales Indonesia mengembangkan produk-produk yang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan dan juga regulasi pemerintah. Bagaimana kesiapan Hino mengimplementasikan kebijakan B20 pada produk-produknya?

Hino New Generation Ranger siap menggunakan B20 (Dok. Hino)

Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menyatakan produk-produknya sudah siap untuk menerapkan kebijakan B20, karena perusahaan ini senantiasa mengikuti dan mendukung setiap kebijakan yang ada. Kendaraan-kendaraan Hino juga dibuat sesuai dengan spesifikasi bahan bakar yang ada di masyarakat, mulai dari B10, B15 hingga implementasi B20 sekarang ini.

Pernyataan itu merespon kebijakan pemerintah yang memperluas penerapan kewajiban pencampuran biodiesel 20 persen untuk semua industri per 1 September 2018, baik sektor bersubsidi (Public Service Obligation/PSO) maupun non-PSO. Sebelumnya, kebijakan penggunaan B20 hanya untuk sektor yang bersubsidi.

Hino yang telah hadir lebih dari 35 tahun di Indonesia telah terbukti ketangguhan dan kekuatan kendaraannya di segala medan dan kondisi bahan bakar. Untuk itu para pelanggan tidak perlu khawatir akan jaminan perawatan dan suku cadang kendaraannya di sini karena Hino berpengalaman dan selalu tumbuh bersama Indonesia.

Menurut Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan dan Promosi HMSI, sejak awal B20 dicanangkan oleh pemerintah, Hino sudah siap untuk menggunakan B20, karena kendaraan yang diproduksi Hino selalu melakukan pengembangan dan penyesuaian sesuai kondisi yang ada di Indonesia. “Bagi para pelanggan setia Hino, mereka tidak perlu khawatir, karena Hino telah lulus uji dan siap menggunakan bahan bakar biodiesel 20% atau B20,” tandasnya meyakinkan.

Hino sejak tiga tahun lalu telah melakukan pengujian pada mesin dengan teknologi common rail dengan metode uji engine bench test. Pengujian tersebut dilakukan di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP-BPPT) selama 400 jam dengan beban penuh pada putaran mesin maksimum yaitu 2.500 rpm selama 8 jam/ hari. Metode uji tersebut merupakan metode yang disarankan oleh prinsipal Hino di Jepang, Hino Motors, Ltd. yang diklaim lebih memaksa mesin melakukan performa maksimal jika dibandingkan dengan road test atau kondisi pemakaian aktual di jalan.

Hasilnya untuk mesin Hino tidak ada fenomena yang membahayakan pada pengujian tersebut. Hanya terjadi penyumbatan filter bahan bakar yang diakibatkan oleh glicerol dan selulosa hasil blending bahan bakar kelapa sawit dan solar, namun dengan kontrol dan perawatan yang benar persoalan itu dapat dicegah atau diminimalisir. Alhasil, mesin Hino telah lulus uji menggunakan bahan bakar biodiesel B20.

Hasil pengujian terhadap mesin berteknologi common rail yang memuaskan itu secara otomatis membuktikan bahwa penggunaan biodiesel B20 tidak akan berpengaruh terhadap mesin berteknologi mekanikal. Hasil pengujian tersebut juga sudah dilaporkan ke Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM sebagai salah satu bentuk komitmen Hino dalam mendukung kebijakan pemerintah.

Namun, Santiko mendesak pemerintah untuk terus melakukan penyempurnaan terhadap proses pencampuran guna meminimalisir resiko. “Kami menghimbau kepada pemerintah untuk menyempurnakan proses pencampuran solar dan FAME agar meminimalisir efek samping yang ditimbulkan bagi kendaraan,” ujarnya.

Hasil uji ini tidak terlepas dari produk–produk Hino, khususnya mesin common rail yang sudah dilengkapi dengan spesifikasi komponen khusus untuk mengkonsumsi bahan bakar B20 seperti pada bagian fuel tank yang dilapisi dengan chrome dan stannum-zync yang mampu menghambat laju korosi menjadi lebih lama. Selain itu, pipe filler juga turut dilapisi oleh material yang dapat mencegah terjadinya endapan pada dinding pipa serta adanya diamond like carbon coating pada injector yang menambah kekuatan injector untuk tahan terhadap gesekan.

Hasilnya, kendaraan-kendaraan Hino, baik medium duty truck Hino New Generation Ranger, light duty truck Hino New Dutro maupun Hino Bus sudah siap dan Hino mendukung upaya pemerintah dalam meminimalisir impor solar dan penghematan devisa dengan penggunaan bahan bakar nabati dari kelapa sawit.

Namun, HMSI mengingatkan para pelanggan supaya sering mengecek kondisi kendaraan mereka. Disarankan untuk mengganti filter bawah setiap 10.000 km, bersihkan tangki bahan bakar setiap 3 bulan, dan tidak menggunakan bahan bakar lebih dari 3 bulan pengisian (jika kendaraan tersebut tidak beroperasi). Kandungan air yang ada pada biodiesel cukup tinggi. Untuk itu, perlu dilakukan pengurasan air di pre-fuel filter secara berkala pada bagian water separator (sedimentor) yang terdapat pada semua kendaraan Hino.

Bagaimana Menurut Anda? komentar anda :

Construction / Mining Equipments - Trucks - Agriculture Machineries - Machine Tools - Equipment Rental

Construction / Mining Equipments – Trucks – Agriculture Machineries – Machine Tools – Equipment Rental