Cover
Now Reading
BI-MU 2016: Italia Jadi Salah Satu Pusat Industri Mesin Perkakas Dunia
0

BI-MU 2016: Italia Jadi Salah Satu Pusat Industri Mesin Perkakas Dunia

 

Bimu 12

Rombongan pengunjung pameran BI-MU 2016 yang diorganisir oleh Italian Trade Agency. Mereka adalah Bambang Indra Maryono (PT Bina Usaha Mandiri Mizisawa), Ir. Dadi Siswaya (PT Aristo Satria Mandiri Indonesia), Arifin Zain (PT Bertindo Jaya Raya), Hadi Yudiansyah (PT Nandya Karya Perkasa), Ir. Yulizar, MM (Bakri Autoparts) dan Wenti (PT Inti Polymel). Delegasi ini dipimpin oleh Yaniman S. Lani selaku Senior Trade Analyst dari Italian Trade Agency, Jakarta.

Italia merupakan salah satu pusat industri mesin perkakas, penempaan dan pemotongan logam, robot, otomasi serta teknologi-teknologi terkait lainnya di dunia. Produk-produknya membidik pasar di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Selain pasar Italia sendiri dan negara-negara Eropa lainnya, Amerika Serikat disebut-sebut sebagai pasar destinasi utama produk-produk machine tool “Made in Italy” dengan nilai penjualan mencapai 389 juta euro. Posisi kedua ditempati oleh Jerman (372 juta euro) disusul Cina (339 juta euro) dan Prancis (181 juta euro).

Bimu 11

President UCIMU-SISTEMI PER PRODURRE, Massimo Carboniero.

Pasar Indonesia menjadi salah satu sasaran tembak industri machine tool dan metalworking Italia mengingat tren investasi manufakturing yang cenderung meningkat semenjak Presiden Joko Widodo memerintah. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang kian besar untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, terus menambah pasokan sumber tenaga listrik dengan, antara lain, mengembangkan industri pembangkit  geothermal,  ditambah lagi dengan investasi di sektor-sektor lain seperti otomotif, industri peralatan berat dan pengembangan bidang-bidang usaha lainnya yang tumbuh makin pesat di tanah air belakangan ini. Dari perspektif itu, Dr. Alessandro Liberatori, Trade Commisioner Italian Trade Agency melihat Indonesia sebagai salah satu pasar paling potensial untuk produk-produk industri machine tool dan metalworking Italia. Itu sebabnya ITA mengajak beberapa pengusaha nasional untuk menjajaki peluang-peluang bisnis di ajang BI-MU 2016.

BI-MU yang diklaim sebagai eksibisi satu-satunya di Italia yang didedikasikan untuk produk-produk machines tool, robotik, automation, asesoris, tooling serta teknologi-teknologi terkait lainnya sudah mengukir perjalanan sejarah yang panjang. Pameran ini sudah berusia 60 tahun dan eksibisi tahun ini merupakan yang ke-30. Muatan acara ini terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu seiring dengan perubahan-perubahan yang terjadi di industri-industri tersebut dan mengantisipasi tren-tren yang berkenaan dengan inovasi, berbagai teknologi dan aplikasi.

Sebagai sebuah event yang berskala internasional dan sangat berpengalaman di pasar Eropa, tidak heran pameran ini menjadi barometer sektor permesinan, robot, asesoris dan sistem otomasi secara gobal dan menjadi acara yang ditunggu-tunggu para pemain dan operator industri-industri tersebut. Hal itu terlihat pada banyaknya eksibitor dan pengunjung yang tidak hanya berasal dari kawasan Eropa tetapi dari belahan-belahan dunia lain.

Penyelenggaraan BI-MU ke-30 sedikit berbeda dari pameran-pameran terdahulu. Dari segi jumlah peserta dan pengunjung terjadi sedikit. Namun, yang paling mencolok adalah kian beragamnya jenis-jenis produk dan/atau solusi yang ditawarkan. Hal ini tidak lepas dari upaya penyelenggara untuk melibatkan semakin banyak industri-industri terkait.  Di samping, panitia juga menggelar berbagai acara seminar tentang teknologi-teknologi terbaru yang mampu menyedot perhatian pengunjung

Alhasil, BI-MU 2016 mengisi penuh empat (4) hall nan luas  Fieramilano Rho, tempat pagelaran pameran berskala internasional ini, dengan total area seluas 90.000 meter persegi, yang menampilkan beragam produk dari 1.076 perusahaan. Sekitar 41%  dari mereka berasal dari luar negeri, yang merepresentasikan 33 negara (Australia, Austria, Belgia, Brasil, Bulgaria, Kanada, Cina, Korea Selatan, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Jepan, Inggris, India, Irlandia, Israel, Itali, Luxemburg, Belanda, Polandia, Monaco, Republik Ceko, Republik San Marino, Romania, Spanyol, Amerika Serikat, Swedia, Swiss, Taiwan, Thailand, Turki dan Ukraina. Nilai dari 3.000 mesin yang dipamerkan sekitar 450 juta euro.

Pada tahun 2014, pameran ini melibatkan 1.060 eksibitor, di mana 47% dari mereka berasal dari luar negeri (Austria, Belgia, Brasil, Bulgaria, Kanada, Cina, Korea Selatan, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Jepang, Britain Raya, India, Israel, Belanda, Polandia, Portugal, Monako, Ceko, San Marino, Serbia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Thailand, Taiwan, Turki dan Amerika Serikat). Total luas area pameran kurang lebih sama (90.000 m2) dan jumlah pengujung yang terdaftar mencapai 61.926 orang, di mana 4% dari mereka adalah operator-operator dari luar negeri, yang mewakili 75 negara.

Animo masyarakat terhadap pameran kali ini sangat luar biasa. Responnya sangat positif. Berdasarkan data yang terekam panitia penyelenggara, jumlah total kunjungan sebanyak 62.576. Dari jumlah itu, 59.554 berasal dari sektor profesional, 6% lebih banyak dari pencapaian edisi sebelumnya. Termasuk di dalamnya kunjungan 3.022 mahasiswa, turun dibandingkan pameran tahun 2014 yang jumlahnya mencapai 5.714.  Para mahasiswa yang berkunjung ke pameran ini diundang secara khusus melalui program yang dinamakan PIANETA GIOVANI (PLANET OF THE YOUNG), yang memungkinkan mereka melakukan tur terpimpin di semua hall.

Jumlah total kunjungan sektor profesional mencakup 2.418 pengunjung dari luar negeri yang berasal dari 75 negara. Jumlah tersebut 17% lebih tinggi dibandingkan dengan BI-MU 2014.  Peningkatan jumlah kunjungan peserta dari luar dipicu oleh prakarsa yang diorgnisir oleh UCIMU-SISTEMI PER PRODURRE, Kementerian Pembangunan Ekonomi dan ICE-Italian Trade Agency, yang mengikutsertakan sekitar 20 delegasi asing, dengan jumlah keseluruhan sekitar  200 operator (peserta), yang diundang khusus untuk mengunjungi eksibisi machine tool dua tahunan ini. Rombongan-rombongan asing ini menggelar lebih dari 2.000 pertemuan yang diatur di masing-masing booth maupun pertemuan B2B antara para anggota delegasi dengan eksibitor-eksibitor Italia.

Faktor lain yang turut mempengaruhi keberhasilan BI-MU 2016 adalah kondisi ekonomi Eropa seluruhnya yang sudah mulai membaik. President UCIMU-SISTEMI PER PRODURRE, Massimo Carboniero, menjelaskan selama beberapa tahun sebelumnya, Italia dan Eropa seluruhnya menghadapi kelesuan ekonomi. “Resesi yang menekan Eropa semenjak tahun 2009 telah menyebabkan  menurunnya nilai investasi di kawasan ini, termasuk dalam industri machine tool. Namun, belakangan ini situasi ekonomi secara keseluruhan sudah meningkat, baik di Italia maupun di negara-negara Eropa lainnya,” kata Massimo dalam jumpa pers dengan kalangan media di sela-sela pameran besar ini.

Tren penguatan itu tercermin pada beberapa data yang yang terkait dengan produksi, konsumsi, impor dan ekspor industri machine tool di Italia. Saat ini, ekspor produk-produk machine tool, otomasi dan robotic “Made in Italy” berada di peringkat ketiga dan peringkat keempat untuk produksi. Pada tahun 2015, nilai produksi sektor-sektor usaha ini di Italia melebihi 5,4 miliar euro (+12,2%), di mana 64% dari jumlah tersebut terjual di pasar luar negeri. Nilai impor mencapai 1,7 juta euro, tumbuh sebesar 44,5% dan dengan demikian membukti bahwa Italia adalah sebuah negara yang mau menerima mesin-mesin dari luar.

Bagaimana Menurut Anda? komentar anda :

Leave a Response

11 + nineteen =