Cover
Now Reading
Bangun Infrastruktur Bukan Pilihan Tapi Keharusan
0

Bangun Infrastruktur Bukan Pilihan Tapi Keharusan

November 6

Seorang usher berpose di samping Crawler Dozer CASE 1650L yang dipajang di area outdoor pada pameran Infrastructure Indonesia 2017 (Dok. EI).

Acara pameran infrastruktur dan konstruksi terbesar di Indonesia kembali dibuka oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bapenas), Bambang P.S Brodjonegoro, di Asembly Hall, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (8/11/2017). Eksibisi ini menggabungkan tiga mata acara yang terdiri dari Infrastructure week (IIW) 2017, Konstruksi Indonesia dan The Big 5 Construct Indonesia (KIBIG5) 2017. Turut hadir dalam seremoni pembukaan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Rosan P. Roeslani, dan Plt Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danis Suryadilaga.

Menteri PPN/Bappenas, Bambang P.S Brodjonegoro, dalam kata sambutannya, menegaskan bahwa membangun infrastruktur bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Dia juga mengingatkan pembangunan infrastruktur tidak dapat dilepaskan dari peran dan dukungan swasta. Sebab, kalau pembangunan hanya dilakukan oleh pemerintah, kecepatannya pasti lambat, karena dana yang dimiliki pemerintah tidak bisa fokus dan cenderung terbagi-bagi ke berbagai sektor. Di sisi lain, jika pemerintah bekerja sama dengan swasta, salah satunya melalui skema pembiayaan Kemitraan Pemerintah Swasta, persoalan dana dapat teratasi.

November 5

Ki-Ka: Plt Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Danis Sumadilaga, Portfolio Director Tarsus Indonesia Didit Siswodwiatmoko, Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro, Ketua Umum KADIN Rosan P. Roeslani dan Wakil Ketua Umum Bidang Konstruksi dan Infrastruktur KADIN, Erwin Aksa. (Dok. Tarsus)

Pemerintah, menurut Menteri Bambang, memiliki skenario menjadikan Indonesia negra maju pada tahun 2045. Dengan mendorong pembangunan infrastruktur, tekad tersebut bakal terwujud. “Infrastruktur adalah salah satu aspek yang mempengaruhi reformasi struktural dan memdorong ekonomi tumbuh 5 persen atau syukur-syukur bisa lebih besar,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa dengan mendorong pembangunan infrastruktur, Indonesia tidak akan kalah bersaing dari negara-negara berkembang lainnya.

Menteri Bambang mengatakan, kontribusi sektor infrastruktur pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada saat ini baru pada kisaran 38 persen. Capaian itu masih kalah jauh dibandingkan dengan sesama negara berkembang lain, seperti India sebesar 58 persen, China sebesar 76 persen, atau Afrika Selatan sebesar 80 persen. Hal itu mengindikasi kondisi infrastruktur di Indonesia masih ketinggalan jauh dan mesti ditambah.

Minat para peserta pameran ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Di segmen IIW, contohnya, jumlah eksibitor meningkat menjadi 315 dari 188 peserta pada 2016. Sementara event KI-BIG5 2017 yang digelar Tarsus Indonesia dengan berkolaborasi bersama dmg events diikuti oleh 300 perusahaan dari dalam dan luar negeri.

Pameran ini menampilkan tiga elemen penting: forum investasi tingkat tinggi, pemaparan beragam proyek dan pameran produk-produk inovasi serta teknologi infrastruktur konstruksi. Selain menampilkan beragam produk, inovasi dan teknologi konstruksi terbaru, penyelenggara bekerja sama dengan berbagai asosiasi profesi maupun perusahaan, menggelar sekitar 30 workshop bersertifikat CPD (Continuous Professional Development) gratis. Pengunjung acara ini juga akan memiliki akses ke lebih dari 10,000 industri profesional dan Pemerintah melalui sesi Business Matchmaking Programme. Semua ini merupakan bentuk dukungan KI-BIG5 2017 untuk menyambut era baru industri konstruksi Indonesia.

Bagaimana Menurut Anda? komentar anda :