update news
Now Reading
Atan Malik, Jagoan Rental di Riau
0

Atan Malik, Jagoan Rental di Riau

Atan Malik, Jagoan Rental di Riau



Mengintip rahasia sukses Atan Malik menekuni bisnis rental alat berat di daerah Riau.

 

Suatu siang di akhir Januari 2014, suasana di kediaman Atan Malik sangat riuh. Para tamu datang silih berganti menyalami tuan rumah yang dikenal sebagai pebisnis rental alat berat terkemuka di daerah Riau. Selain para kerabat dan karyawan-karyawan perusahaannya, PT Bandang Rezeki Lestari, sebagian besar dari para tamu itu adalah para pemain alat berat mulai dari dealer, kontraktor hingga kolega-kolega bisnisnya yang sama-sama menekuni usaha sewa-menyewa alat.

Atan Malik merupakan tokoh sentral dalam urusan bisnis rental di daerah ini. Skala bisnisnya tergolong besar, meski dia ogah disebut begitu. Hal itu tercermin pada populasi unit yang dia sewakan. Jumlahnya ratusan unit alat. Sayangnya, Atan Malik enggan menyebutkan jumlah persisnya. Namun, sejumlah sumber menyebutkan jumlahnya sekitar 300-an unit. Maka, wajar saja kalau dia menjadi orang yang paling dicari oleh para salesman dari dealer-dealer yang berseliweran di Pekanbaru dan daerah-daerah sekitarnya.

 

“Atan Malik itu anak kesayangan para dealer. Semua supplier mencari dia dan mengikuti ke mana pun dia pergi,” komentar singkat salah seorang distributor peralatan berat yang berkedudukan di kota Pekanbaru ketika dimintai komentarnya oleh Equipment.

 

Testimoni itu tidak mengada-ada. Lihat saja suasana perayaan Tahu Baru Imlek di kediaman Atan Malik pada akhir Januari lalu itu. Hampir semua pemain alat se-Riau mengelilingi dia. Bahkan nama besarnya menyebar hingga ke Sumatera Selatan (Pelembang) dan Sumatera Barat (Padang). Jaringan-jaringan bisnis perusahaan Atan Malik ini menggurita ke daerah-daerah sekitarnya.

 

Meski bukan pemain satu-satunya di ceruk rental, namun nama Atan Malik begitu popular di kalangan penjual mesin. Dan di kalangan pebisnis rental sendiri, dia disegani. Sebab itu, tidak heran, salesman brand alat berat apapun di kawasan ini pasti merapat ke pengusaha muda ini.

 

Ketika ditemui Majalah Equipment di kediamannya beberapa waktu lalu, penampilan dan tutur kata Atan Malik cenderung low profile. Bos PT. Bandang Rezeki Lestari ini menolak kalau disebut sebagai pengusaha rental terbesar di Riau, meski teman-temannya membenarkan hal itu. Ia hanya mengatakan kalau jumlah unit alat yang dimiliki lumayan banyak, yang terdiri dari berbagai merk, dalam banyak tipe dan model.

 

“Dengan ketersediaan unit-unit yang begitu bervariasi, kami bisa menyewakan apapun alat yang dibutuhkan para customer, terutama yang bergerak di bidang perkebunan dan perhutanan,” ujarnya.

 

Usaha rental peralatan yang dilakoni Atan Malik tumbuh bersama industri perkebunan dan perhutanan di daerah Riau dan daerah sekitarnya. Bermula dari bisnis keluarga, kemudian PT. Bandang Rezeki Lestari menjelma menjadi sebuah perusahaan yang identik dengan Atan Malik sendiri. Ia mulai menekuni bisnis ini sejak tahun 1996. Dan walaupun tidak memiliki background apalagi keahlian dalam hal teknis alat berat, namun ia mengakui tidak mengalami kesulitan dalam menekuni jalur bisnis ini. “Pesatnya perkembangan usaha perkebunan dan perhutanan di Riau menggairah bisnis rental,” ia menjelaskan alasannya mengapa konsisten menekuni bisnis ini.

 

Kawasan Riau memang sejak lama menjadi salah satu sentra kedua industri tersebut. Namun, tidak sedikit peralatan milik Atan Malik beroperasi di bidang usaha lain, seperti konstruksi, infrastruktur hingga pertambangan, termasuk minyak & gas.

 

PT. Bandang Rezeki Lestari, dia melanjutkan, menawarkan solusi peralatan bagi customer. Artinya, “Apapun kebutuhan alat dari customer, semua tersedia di sini,” ungkapnya sembari menebar senyum.

 

Andalkan dukungan dealer

 

Untuk menjamin kepuasan customer-customernya, Atan Malik sangat selektif dalam memilih mesin. Meski dikerubuti banyak penjaja alat berat, ia tidak mau sembarangan dalam membeli mesin. “Kami harus pelajari terlebih dahulu spek-speknya, juga kualitas layanannya. Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan pelanggan-pelanggan kami? Jangan sampai kami membeli mesin-mesin yang ternyata mutunya rendah dan servisnya jelek,” ungkapnya.

 

Bagaimana Menurut Anda? komentar anda :